Canggu dan Berawa memiliki konsentrasi kafe ramah anak paling padat di Bali, terutama karena banyaknya keluarga dengan anak kecil yang tinggal di sana sehingga permintaan akan kursi bayi, makanan bayi, dan staf yang sabar jauh lebih tinggi dibanding kawasan hiburan malam di sekitarnya. Banyak tempat memadukan dapur terbuka dengan halaman rumput atau area pasir tempat balita bisa bermain sementara orang tua menikmati makanan. Memeriksa restoran keluarga terbaik di Canggu sebelum berangkat akan menghindarkan Anda dari perjalanan sia-sia ke tempat yang ternyata hanyalah bar koktail dengan tambahan menu anak.
Sanur bernuansa lebih tenang dibanding pantai barat dan memiliki jalur tepi pantai yang panjang dan rata, sehingga kafenya cenderung bernuansa klasik: taman berpagar, meja-meja teduh, serta staf yang mengenali pelanggan tetap setiap minggunya. Seminyak berada di antara kawasan pesta dan suasana ramah keluarga, jadi sebaiknya pastikan kafe berada agak jauh dari jalan utama sebelum memesan tempat jika membawa kereta dorong bayi. Pilihan di Ubud didominasi area pekarangan taman, dan jika Anda ingin balita menyalurkan energinya daripada duduk diam selama makan, mencari restoran dengan area bermain anak di sekitar akan lebih membantu daripada sekadar mengandalkan menu anak saja.
Denpasar adalah pusat kota fungsional di Bali dan bukan kawasan wisata, serta restorannya tidak dirancang khusus untuk turis, sehingga stafnya cenderung santai menghadapi suara bising dan tumpahan dari anak-anak. Pilihan restoran ramah keluarga di Denpasar layak disimpan jika Anda berdomisili di sana. Kota pesisir timur seperti Amed memiliki jauh lebih sedikit pilihan tempat makan secara keseluruhan, jadi tanyakan langsung kepada orang tua setempat daripada mengandalkan daftar online, dan selalu pastikan ketersediaan kursi bayi sebelum Anda duduk bersama si kecil.
Have a follow-up about your own situation?
Ask the Knowmads family guide