Memasukkan uang ke Indonesia biasanya dilakukan melalui salah satu dari dua cara: transfer kawat bank internasional konvensional dari rekening asal Anda, atau layanan transfer uang online yang memindahkan dana secara elektronik sekaligus mengonversi mata uang. Transfer kawat dari bank luar negeri cenderung andal tetapi bisa memakan waktu beberapa hari kerja dan sering kali dikenakan biaya tetap serta kurs yang kurang menguntungkan. Layanan transfer umumnya lebih cepat dan murah untuk nominal harian, meskipun transfer dalam jumlah sangat besar dapat memicu verifikasi identitas tambahan atau penahanan singkat saat bank penerima memverifikasi sumber dana. Bagaimanapun caranya, periksa kembali nama lengkap pemilik rekening, nomor rekening, dan kode SWIFT bank sebelum mengirim, karena ketidaksesuaian data dapat menunda atau membatalkan transfer.
Banyak keluarga ekspatriat akhirnya membuka rekening bank lokal di Indonesia, karena mempermudah penerimaan transfer dan pembayaran tagihan harian dibandingkan terus mengandalkan kartu luar negeri. Sebagian besar bank meminta KITAS (izin tinggal terbatas) atau KITAP, paspor, serta bukti alamat domisili, dan beberapa bank juga meminta surat referensi dari perusahaan, sekolah, atau sponsor. Setelah aktif, rekening dapat menerima transfer lokal maupun internasional. Bank Indonesia mewajibkan bank melaporkan transfer masuk bernominal besar dan menanyakan tujuan transaksi secara mendasar, yang merupakan prosedur rutin anti-pencucian uang dan bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Keluarga yang belum memiliki KITAS terkadang masih bisa membuka rekening sebagai pemegang visa tinggal jangka pendek, meski pilihannya lebih terbatas.
Mengirim uang kembali ke luar Indonesia berlangsung dengan cara sebaliknya: transfer kawat atau layanan transfer mengonversi rupiah ke mata uang asal Anda dan mengirimkannya ke rekening luar negeri Anda. Nilai tukar bisa bervariasi antarpenyedia, jadi membiasakan diri membandingkan beberapa opsi sebelum mengirim jumlah besar adalah langkah yang baik. Keluarga yang menjadi wajib pajak Indonesia—umumnya siapa pun yang tinggal di negara ini lebih dari setengah tahun—mungkin memerlukan NPWP (nomor pokok wajib pajak) dan sebaiknya berkonsultasi dengan konsultan pajak setempat tentang perlakuan pendapatan dan transfer luar negeri, karena aturannya berbeda dari situasi turis. Untuk kebutuhan uang tunai sehari-hari, kartu debit atau kredit luar negeri biasanya berfungsi dengan baik di ATM Bali, tetapi periksa biaya penarikan internasional dari bank asal Anda dan selalu bawa kartu cadangan jika kartu terblokir atau mesin ATM kehabisan uang tunai, yang terkadang terjadi di area yang lebih kecil.
Have a follow-up about your own situation?
Ask the Knowmads family guide