Ubud terletak di pedalaman perbukitan, dikelilingi sawah dan hutan, serta menarik komunitas keluarga ekspat dan campuran yang menyukai ritme hidup lebih lambat dibanding kawasan pesisir. Banyak banjar (desa kecil) di sekitarnya tenang dan hijau, dengan jalan setapak yang cocok untuk sepeda dan skuter saat anak-anak sudah cukup besar. Pusat kota semakin ramai selama bertahun-tahun, dengan lalu lintas mobil dan skuter yang lebih padat di jalan utama melalui Monkey Forest Road dan Jalan Raya Ubud, sehingga sebagian besar keluarga dengan anak kecil memilih tinggal agak di luar pusat kota, di area seperti Penestanan, Nyuh Kuning, atau Sayan, dan hanya ke pusat kota untuk ke pasar, kafe, atau urusan harian.
Pilihan sekolah cukup memadai namun memerlukan perencanaan. Green School, salah satu sekolah internasional yang cukup terkenal di pulau ini, berjarak sekitar tiga puluh hingga empat puluh menit dari pusat Ubud tergantung lalu lintas, dan banyak keluarga menyusun jadwal harian—serta terkadang pilihan lingkungan tempat tinggal—di sekitar rute sekolah tersebut. Ubud sendiri memiliki sekolah lokal yang lebih kecil dan berstandar internasional, ditambah komunitas homeschooling dan micro-school yang berkembang, karena tidak semua keluarga menginginkan perjalanan harian yang jauh. Jika sekolah menjadi pendorong utama kepindahan, petakan lokasi pasti sekolah tersebut sebelum memilih rumah: "dekat Ubud" bisa berarti berkendara lima menit hingga hampir satu jam.
Untuk kebutuhan harian, Ubud memiliki klinik dan rumah sakit dengan unit gawat darurat, dengan fasilitas yang lebih lengkap dapat dijangkau di Denpasar jika terjadi hal serius. Antisipasi banjir musim hujan di beberapa jalan kecil, trotoar tidak rata dan saluran air terbuka di bagian kota lama yang perlu diperhatikan saat balita mulai berjalan, serta keselamatan berskuter, karena skuter adalah transportasi utama dan banyak orang tua menunggu hingga paham rute jalan sebelum membonceng anak. Ubud memberi kenyamanan bagi keluarga yang menginginkan ruang hijau, komunitas nyata, dan ritme yang lebih tenang, dan sebagai gantinya menuntut Anda menyesuaikan rute sekolah dan urusan harian dengan kota yang tidak dirancang untuk lalu lintas mobil yang padat.
Have a follow-up about your own situation?
Ask the Knowmads family guide