Restoran Terbaik di Amed untuk Keluarga | Knowmads Bali

Butuh saran personal untuk perjalanan Bali Anda? Tanya AI Bali Mom kami—dilatih secara ahli oleh orang tua dengan pengalaman 10+ tahun di pulau ini.

Mulai Chat →

Restoran Terbaik di Amed untuk Keluarga dengan Anak-Anak

Restoran keluarga terbaik di Amed adalah warung-warung di tepi pantai dan kafe terbuka yang santai tempat anak-anak benar-benar disambut dengan hangat. Pilihan utamanya meliputi Wawa Wewe II, Sama Sama Café, dan Galang Kangin — sebagian besar hidangan utama di bawah Rp100.000, buka dari jam 7–8 pagi, dan nyaman untuk keluarga dengan anak berusia 3 tahun ke atas.


Wawa Wewe II

Tepat di pantai pasir hitam di desa Amed, ini adalah tempat yang paling sering dikunjungi keluarga untuk pertama kalinya — dan mereka kembali lagi. Menunya mencakup makanan khas Indonesia (nasi goreng, mie goreng, sate) di samping makanan barat yang populer, dengan porsi lebih kecil yang tersedia untuk anak-anak. Hidangan utama berkisar antara Rp45.000–Rp85.000. Buka setiap hari pukul 08.00–22.00. Teras yang luas membuat balita dapat bergerak dengan aman selagi makanan datang. Terbaik untuk: keluarga dengan anak berusia 2 tahun ke atas; tata letak tepi pantai sangat memudahkan Anda mengawasi anak-anak.

Sama Sama Café

Terletak tepat di atas air di Teluk Jemeluk — tempat snorkeling utama di Amed — Sama Sama adalah tempat makan siang yang pas setelah berenang. Menyajikan hidangan Indonesia, smoothie bowl, dan jus segar, dengan hidangan utama Rp60.000–Rp110.000. Buka pukul 08.00–21.00. Dek yang tinggi memberi Anda pemandangan langsung ke teluk sehingga Anda bisa memandangi air bahkan saat makan. Terbaik untuk: anak-anak yang lebih besar (5+) setelah menghabiskan pagi di laut.

Galang Kangin

Warga lokal makan di sini. Nasi, lawar, ikan bakar hasil tangkapan pagi hari — makanan khas Bali yang autentik dengan harga Rp30.000–Rp55.000 per porsi, kursi plastik, tanpa basa-basi. Namun ikannya adalah yang paling segar di Amed, dan itu yang terpenting. Datanglah sebelum pukul 12.30 siang atau hidangan terbaik akan habis terjual — dapur ini hanya memasak sekali sehari. Terbaik untuk: keluarga berjiwa petualang dengan anak berusia 6 tahun ke atas yang menyukai makanan lokal tanpa banyak tawar-menawar.

Café Batik

Taman rindang yang agak tersembunyi dari jalan utama, Café Batik terasa sangat sejuk sejak pukul 9 pagi ketika sebagian besar wilayah Amed mulai panas. Menu khas Indonesia yang lezat — sate lilitnya wajib dipesan — dengan hidangan utama Rp40.000–Rp75.000. Buka pukul 07.30–21.00. Terbaik untuk: keluarga yang menginginkan sarapan di meja makan yang dikelilingi tanaman hijau, bukan pasir di mana-mana.

Aquaterrace Restaurant (Hotel Uyah Amed)

Pengalaman bersantap paling formal di Amed. Taplak meja, layanan yang penuh perhatian, menu Indonesia dan internasional, serta ruang yang cukup di antara meja untuk kereta bayi atau balita yang sedang rewel. Tersedia kursi tinggi untuk anak. Hidangan utama Rp85.000–Rp150.000. Buka pukul 07.00–22.00. Harganya memang lebih mahal, tetapi jika Anda membutuhkan satu makan malam keluarga yang tenang setelah hari yang melelahkan, ke sinilah tempatnya. Terbaik untuk: bayi, balita, dan orang tua yang menginginkan kepraktisan.

Wawa Wewe I (Original)

Lokasi asli, beberapa pintu dari Wawa Wewe II, menyajikan menu andalan yang sama dengan tingkat keramaian turis yang sedikit lebih rendah saat makan siang. Harga yang sama, suasana yang sama — sangat berguna jika lokasi kedua penuh selama musim liburan (Juli–Agustus).


Tips Orang Dalam untuk Amed

  • Parkir sebelum pertigaan utama. Jalan satu arah yang melewati desa Amed menyempit di dekat tempat-tempat populer. Menepilah di bahu jalan lebar pertama yang Anda temui lalu berjalan kaki selama tiga menit — ini jauh lebih baik daripada berputar-putar dengan mobil yang penuh dengan anak-anak.
  • Makan sebelum pukul 12.30 di warung lokal. Tempat-tempat seperti Galang Kangin hanya memasak satu kloter sehari. Setelah jam 1 siang, hidangan terbaik sudah habis.
  • Pukul 7–9 pagi adalah waktu terbaik. Pantai masih sepi dan udaranya terasa sejuk. Waktu terbaik untuk sarapan di pantai sebelum cuaca panas mulai mengganggu anak-anak.
  • Tetaplah di desa Amed dan Teluk Jemeluk. Wilayah di dekat Pantai Lipah cenderung untuk pengunjung yang lebih dewasa dan lebih berorientasi pada kehidupan malam — bukan zona keluarga.
  • Tanyakan ke penginapan Anda tentang ikan segar di waktu fajar. Beberapa penginapan memungkinkan Anda membeli langsung dari nelayan (sekitar pukul 6 pagi, dekat perahu jukung) dan akan memasakkannya untuk Anda. Jika penginapan Anda menawarkan hal ini, ambillah kesempatan itu.

FAQ

Berapa biaya makan di luar di Amed untuk satu keluarga? Satu keluarga dengan empat anggota di kafe tepi pantai kelas menengah — dua dewasa, dua anak, sudah termasuk minuman — biasanya menghabiskan total Rp300.000–Rp500.000. Di warung lokal seperti Galang Kangin, hidangan yang sama menghabiskan Rp180.000–Rp250.000. Amed jauh lebih murah daripada Ubud atau Bali bagian selatan untuk kualitas yang setara. Anggarkan sekitar Rp80.000–Rp120.000 per hidangan utama dewasa dan Rp40.000–Rp60.000 untuk porsi anak-anak yang lebih kecil.

Usia berapa yang terbaik untuk makan di luar di Amed? Format kafe terbuka di Amed sangat cocok untuk usia 3 tahun ke atas — tidak ada tekanan untuk menjaga anak-anak agar tetap tenang atau diam di tempat, dan sebagian besar tempat di tepi pantai memiliki akses langsung ke pasir atau taman dari meja makan. Balita di bawah 2 tahun dapat makan dengan nyaman di tempat-tempat berteras luas. Kursi makan bayi tersedia di Aquaterrace; bawa kursi makan portabel jika bayi Anda membutuhkannya, karena warung yang lebih kecil biasanya tidak menyediakannya.

Apakah Amed ramah keluarga? Ya — Amed adalah salah satu area yang paling tenang dan benar-benar cocok untuk keluarga di Bali. Desa ini tidak memiliki kehidupan malam yang bising, lalu lintasnya sangat minim dibandingkan dengan bagian selatan, dan ritme kehidupannya cukup lambat sehingga anak-anak bisa benar-benar bersantai. Perairan Teluk Jemeluk yang tenang membuatnya ideal untuk pesnorkel muda. Satu peringatan penting: pasir vulkanik hitam cepat sekali menjadi panas di siang hari. Bawa sepatu air dan peneduh matahari jika Anda berada di pantai setelah jam 10 pagi.

Get the weekly Bali family digest

Events, new guides, one seasonal tip. No spam.

One email a week. Unsubscribe anytime.