Vaksin apa saja yang dibutuhkan anak sebelum pindah ke Bali?

Sebagian besar anak yang pindah ke Bali perlu melengkapi vaksinasi rutin anak, ditambah vaksin khusus perjalanan yang sering direkomendasikan untuk Indonesia: hepatitis A, tifoid, dan terkadang Japanese encephalitis atau rabies tergantung pada usia, aktivitas, serta durasi tinggal. Klinik kesehatan perjalanan atau dokter spesialis anak sebaiknya memastikan vaksin mana yang sesuai untuk keluarga Anda sebelum berangkat.

By the Knowmads Bali family — parents on the ground in Bali · Updated 29 July 2026

Mulailah dari hal mendasar. Sebelum vaksin khusus perjalanan, pastikan anak Anda sudah melengkapi jadwal imunisasi rutin: MMR, DTaP atau Tdap, polio, Hib, varisela, hepatitis B, dan rotavirus untuk bayi. Kasus campak masih kerap terjadi di Indonesia, sehingga ketepatan waktu vaksin MMR di sini lebih penting dibandingkan di negara asal. Bawalah catatan vaksinasi anak Anda: sekolah di Bali sering memintanya saat pendaftaran, dan dokter setempat tidak bisa menebak riwayat vaksin yang sudah diterima anak.

Selain itu, sebagian besar dokter merekomendasikan hepatitis A dan tifoid untuk Indonesia, karena keduanya menular melalui makanan dan air, serta anak-anak lebih rentan terpapar saat jajan makanan kaki lima atau bermain dengan air keran. Japanese encephalitis perlu dipertimbangkan jika Anda tinggal di Bali untuk jangka panjang atau sering berada di sekitar sawah, kolam, maupun pedesaan, karena ditularkan oleh nyamuk dan risikonya meningkat seiring lamanya aktivitas di luar ruangan. Vaksinasi pra-pajanan rabies juga sering relevan bagi keluarga di sini: anjing dan monyet ada di mana-mana, termasuk di sekitar pura dan pantai, dan anak-anak paling berisiko mengelus, menggoda, atau digigit. Vaksinasi pra-pajanan tidak menghilangkan perlunya perawatan setelah gigitan, tetapi sangat mempermudah penanganannya jika terjadi.

Kebutuhan ini tidak sama untuk semua orang. Apa yang sebenarnya dibutuhkan anak bergantung pada usia mereka, vaksin yang sudah diterima, durasi tinggal, dan gambaran keseharian Anda: tinggal di apartemen di pusat kota berbeda dengan homestay pedesaan dekat sawah. Beberapa vaksin ini membutuhkan lebih dari satu dosis dengan jeda beberapa minggu, jadi buatlah janji temu dengan dokter spesialis anak atau klinik kesehatan perjalanan seawal mungkin, idealnya beberapa bulan sebelum pindah, bukan seminggu sebelum penerbangan.

This is general information, not medical advice. For anything specific to your child, please consult a doctor or a travel-health clinic.

Have a follow-up about your own situation?

Ask the Knowmads family guide