Bagaimana aturan etika dan pakaian bagi keluarga yang mengunjungi pura di Bali?

Sebagian besar pura di Bali mewajibkan pengunjung menutup lutut dan bahu dengan sarung dan selendang yang diikat di pinggang; banyak pura yang meminjamkan atau menyewakannya di pintu masuk. Wanita yang sedang haid secara adat diminta untuk tidak memasuki pelataran dalam. Jaga suara tetap pelan, jangan memanjat bangunan suci atau duduk lebih tinggi dari pemuka agama, dan patuhi tanda penutupan area untuk upacara.

By the Knowmads Bali family — parents on the ground in Bali · Updated 31 August 2026

Setiap pura di Bali mewajibkan pengunjung untuk menutup lutut dan bahu, dan aturan ini berlaku bagi anak-anak maupun dewasa. Sarung (kain panjang yang dililitkan di pinggang) dan selendang yang diikat di atasnya adalah standar wajib, dan sebagian besar pura meminjamkannya secara gratis atau menyewakannya dengan donasi kecil di pintu masuk, jadi Anda tidak perlu membelinya sendiri sebelum berkunjung. Saat mengemas barang untuk perjalanan, ada baiknya tetap membawa beberapa sarung tipis karena beberapa pura kecil atau di pedesaan tidak menyediakan tempat penyewaan; panduan barang yang tidak perlu dibawa ke Bali kami mengulas kebiasaan berkemas lain yang sering kali luput dari perhatian pendatang baru. Celana pendek dan kaus tanpa lengan tidak masalah asalkan sarung dan selendang sudah dikenakan, dan sandal adalah alas kaki biasa di area pura.

Di dalam pura, pelankan suara Anda dan jangan masuk ke area yang ditandai tutup, terutama saat upacara berlangsung. Tradisi Bali mengatur bahwa wanita yang sedang haid tidak boleh memasuki pelataran dalam pura, dan sebagian besar pura memasang rambu kecil terkait hal ini; ini bukan penghinaan, melainkan aturan turun-temurun terkait kesucian spiritual. Jangan memanjat tempat pemujaan atau pelataran batu untuk berfoto, dan jangan duduk atau berdiri lebih tinggi dari orang yang sedang sembahyang atau pemuka agama. Mintalah izin sebelum memotret siapa pun yang sedang berdoa, karena itu adalah momen pribadi bagi mereka, bukan sekadar objek foto. Anak-anak biasanya penasaran untuk bereksplorasi, jadi ajaklah berkeliling bersama terlebih dahulu sambil menunjukkan area mana yang terbuka untuk umum dan mana yang khusus untuk peribadatan.

Tidak semua pura menerima kunjungan umum setiap hari. Beberapa pura menutup bagian dalamnya selama upacara odalan (ulang tahun pura), meski pelataran luarnya tetap buka, jadi ada baiknya mengecek terlebih dahulu jika Anda memiliki tanggal kunjungan tertentu. Bawalah air minum dan topi untuk anak-anak karena banyak kompleks pura memiliki banyak tangga dan pelataran terbuka yang minim peneduh, serta atur tempo perjalanan lebih santai daripada sekadar kunjungan wisata biasa. Jika Anda sedang mencari tahu adat istiadat setempat yang paling penting bagi keluarga yang tinggal di sini, bagian tanya jawab kami mengulas lebih banyak pertanyaan praktis seperti ini.

Have a follow-up about your own situation?

Ask the Knowmads family guide