Mulailah dari rumah itu sendiri. Pasang kawat nyamuk yang tepat pada jendela dan pintu, karena banyak rumah dan vila di Bali dirancang untuk sirkulasi udara, bukan menghalau nyamuk. Kelambu di atas ranjang bayi dan tempat tidur memberikan perbedaan terbesar bagi anak kecil. Gunakan kelambu untuk tidur siang juga, karena nyamuk pembawa demam berdarah utamanya menggigit di pagi dan sore hari, bukan di malam hari. Kipas angin gantung atau AC di dalam ruangan juga membantu, karena nyamuk terbang lemah dan kesulitan hinggap di udara yang bergerak.
Sebagian besar nyamuk demam berdarah berkembang biak tidak jauh dari rumah, jadi periksa halaman dan atap Anda setiap minggu. Buang air dari tatakan pot tanaman, ember, ban bekas, dan apa pun yang menampung air hujan setelah hujan deras. Tutup penampung air (bak mandi) serta kolam atau air mancur yang tidak terpakai, dan bersihkan talang air yang kerap tersumbat daun. Jika Anda menyewa, minta pemilik atau pengelola vila melakukan hal serupa di sebelah rumah, karena wadah air tetangga yang terabaikan bisa membiakkan cukup nyamuk untuk satu jalan.
Di luar rumah, kenakan pakaian longgar berwarna terang yang menutupi lengan dan kaki anak saat jam-jam puncak nyamuk, serta gunakan penolak nyamuk khusus anak pada pakaian dan kulit yang terbuka sesuai petunjuk label. Obat nyamuk bakar atau diffuser serai membantu di teras terbuka tetapi tidak boleh menggantikan kawat nyamuk dan kelambu. Demam berdarah awalnya bisa tampak seperti demam biasa, jadi jika anak mengalami demam tinggi, ruam, sakit kepala hebat, atau nyeri sendi dan otot, jangan menunggu di rumah. Segera bawa mereka ke dokter atau klinik, karena pemantauan sejak dini sangat menentukan pada kasus demam berdarah anak.
This is general information, not medical advice. For anything specific to your child, please consult a doctor or a travel-health clinic.
Have a follow-up about your own situation?
Ask the Knowmads family guide