Prasekolah yang mengajar dalam bahasa Inggris, atau memadukan bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia, umum ditemui di kawasan ekspatriat Bali: Canggu, Umalas, Berawa, Ubud, Sanur, dan sebagian Denpasar memiliki beberapa pilihan yang berjarak dekat satu sama lain. Banyak yang menerapkan metode berbasis bermain seperti Montessori atau Reggio Emilia, dan cukup banyak yang memanfaatkan iklim Bali dengan aktivitas luar ruangan berbasis alam: berkebun, bermain air, dan berkegiatan di luar alih-alih duduk lama di meja. Usia yang diterima biasanya mulai sekitar delapan belas bulan hingga dua tahun untuk kelompok bermain (playgroup), lalu lanjut ke jenjang taman kanak-kanak (TK) pada usia empat atau lima tahun. Sebagian merupakan program balita mandiri, sedangkan yang lain merupakan bagian usia dini dari sekolah internasional yang lebih besar, sehingga memudahkan anak tetap di kampus yang sama seiring pertumbuhannya.
Komposisi bahasa sangat bervariasi di tiap sekolah, jadi tanyakan langsung berapa porsi waktu yang digunakan dalam bahasa Inggris dibandingkan bahasa Indonesia, serta apakah staf otomatis beralih ke bahasa Inggris atau menunggu anak memulainya. Ukuran kelas cenderung kecil dan rasio guru-ke-balita biasanya menjadi nilai jual, tetapi pastikan sendiri angka pastinya daripada hanya percaya pada brosur. Sebagian besar sekolah mengikuti kalender internasional Agustus hingga Juni alih-alih tahun ajaran sekolah negeri Indonesia, dan banyak yang menawarkan opsi setengah hari untuk balita yang lebih muda dengan opsi sehari penuh di usia yang lebih tinggi. Sekolah populer di Canggu dan Ubud terisi penuh berbulan-bulan sebelumnya, terutama untuk periode masuk Agustus, jadi mulailah berkunjung dan menanyakan ketersediaan tempat lebih awal dari perkiraan Anda.
Cara tercepat untuk mengetahui kondisi nyata sekolah adalah bertanya kepada orang tua lain: grup Facebook ekspatriat untuk keluarga di Canggu, Ubud, dan Sanur penuh dengan ulasan langsung serta info daftar tunggu terkini, dan situasi sering berubah seiring pergantian staf atau pengelola. Jadwalkan kunjungan saat kelas berlangsung normal, bukan sekadar open house, agar Anda dapat mengamati seberapa banyak bahasa Inggris yang benar-benar digunakan dan bagaimana staf menangani anak yang tantrum atau waktu tidur siang. Tanyakan mengenai area teduh dan penanganan cuaca panas mengingat iklim Bali, bagaimana rutinitas selama musim hujan, serta apakah sekolah menyediakan sesi uji coba sebelum Anda berkomitmen. Jika Anda berencana tinggal jangka panjang, pastikan apakah prasekolah tersebut terhubung ke jenjang TK atau SD yang ingin Anda lanjutkan, karena berganti sekolah setiap satu atau dua tahun cukup berat bagi anak kecil.
Have a follow-up about your own situation?
Ask the Knowmads family guide